Manhaj Salaf - Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد .Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Rasul termulia, juga kepada seluruh keluarga dan shahabatnya. Amma ba'du.
Sunday, November 13, 2011
Monday, September 26, 2011
Sunday, September 18, 2011
Sahabat dan Tabi’in Berargumentasi Dengan Manhaj Salaf
Posted by admin
Dari Amru bin Salamah beliau berkata : Kami duduk-duduk di depan rumah Abdullah bin Mas’ud sebelum Dzuhur lalu jika beliau keluar kami akan berjalan bersamanya ke masjid, lalu datanglah Abu Musa Al-Atsary dan berkata : “Apakah Abu Abdurrahman telah menemui kalian ?”
Kami jawab : Belum.
Lalu beliau duduk bersama kami sampai Abdullah bin Mas’ud keluar, ketika beliau keluar kami semua menemuinya kemudian berkata Abu Musa kepadanya : “Wahai Abu Abdurrahman saya telah melihat di masjid tadi satu hal yang saya anggap mungkar dan saya tidak memandangnya -Alhamudlillah- kecuali kebaikan.
Beliau bertanya : “Apa itu ?”
Dijawab : “Jika engkau hidup niscaya akan melihatnya, aku telah melihat di masjid suatu kaum berhalaqah, duduk-duduk menanti shalat pada setiap halaqah ada seorang yang memimpin dan ditangan-tangan mereka ada batu kerikil, lalu berkata (yang memimpin) : “Bertakbirlah seratus kali dan mereka bertakbir seratus kali dan berkata ” “bertasbihlah seratus kali dan mereka bertasbih seratus kali”.
Berkata Abdullah bin Mas’ud : “Apa yang engkau katakan kepada mereka”
Monday, August 8, 2011
PAKAIAN....FESYEN
Fesyen pakaian terkini,trendy,bergaya,menarik,dan cantik itulah ukuran semerta bagi sesiapa sahaja yang menginginkan litupan pada tubuhnya.Ianya berupa tenunan yang menjadi salah satu keperluan asas manusia.Dalam pada kita memenuhi keperluan kita terhadap pakaian,apakah pernah terlintas di hati kita persoalan,Apakah pandangan Islam dalam menyusun atur gaya penampilan seorang muslimah dalam aspek berpakaian?apakah Islam memberi wewenang dalam memberi kebebasan kepada muslimah untuk berpakaian secara semberono,janji sekadar menutup kemaluan depan dan belakang sudah cukup,atau Islam memastikan penganutnya kemas dalam etika pakaian yang tersendiri,menjamin ketulinan fitrah insan berakhlak mulia dalam penampilannya.Berikut merupakan sedikit catitan ciri-ciri yang telah digariskan dalam Islam yang mana patut dijadikan garis panduan dalam mempraktikkan amalan berpakaian seorang muslimah
Sunday, July 24, 2011
KARYA HAFIZ FIRDAUS
- HIMPUNAN 1-BEBERAPA PERSOALAN UMMAH
- HIMPUNAN 2-BEBERAPA PERSOALAN UMMAH
- HIMPUNAN 3-BEBERAPA PERSOALAN UMMAH
- HIMPUNAN 4-BEBERAPA PERSOALAN UMMAH
- HIMPUNAN 5-BEBERAPA PERSOALAN UMMAH
- HIMPUNAN 6-BEBERAPA PERSOALAN UMMAH
KLIK TAJUK UNTUK DOWNLOAD BUKU 1 HINGGA 6 - SEMOGA BERMANFAAT
Sunday, July 10, 2011
Sikap Seorang Mukmin Dalam Menghadapi Musibah (Oleh: Ustadz Abdullâh bin Taslîm Al-Buthoni)
Sebagai hamba Allâh Ta'ala, semua manusia dalam kehidupan di dunia ini tidak akan luput dari berbagai macam cobaan, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu merupakan sunnatullâh yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir.
Allâh Ta'ala berfirman:

Allâh Ta'ala berfirman:
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan
sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya),
dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan
(Qs al-Anbiyâ’/21:35)
sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya),
dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan
(Qs al-Anbiyâ’/21:35)
Semua Akan Memasuki Neraka ? (Oleh: Ustadz ‘Ashim bin Musthafa, Lc.)
Allâh Ta'ala berfirman:
“Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka).
Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan.
Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa
dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.”
(Qs Maryam/19: 71-72)
Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan.
Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa
dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.”
(Qs Maryam/19: 71-72)
Penjelasan dari Ayat
Ayat ini (ayat pertama) merupakan kabar berita dari Allâh Ta'ala kepada seluruh makhluk, baik orang-orang yang shaleh ataupun durhaka, Mukminin maupun orang kafir. Setiap orang akan mendatangi neraka. Ini sudah menjadi ketentuan Allâh Ta'ala dan janji-Nya kepada para hamba-Nya. Tidak ada keraguan tentang terjadinya peristiwa itu dan Allâh Ta'ala pasti akan merealisasikannya.
Yang perlu diketahui, Ulama ahli tafsir berbeda pendapat mengenai pengertian kata al-wurûd (mendatangi neraka) dalam ayat tersebut. Sebagian Ulama menyatakan, maksudnya neraka dihadirkan di hadapan segenap makhluk, sehingga semua orang akan merasa ketakutan. Setelah itu, Allâh Ta'ala menyelamatkan kaum muttaqîn (orang-orang yang bertakwa). Atau menurut penafsiran yang lain, semua makhluk akan memasukinya. Akan tetapi bagi kaum Mukminin meskipun mereka memasukinya, neraka akan menjadi dingin dan keselamatan bagi mereka. Di samping itu, terdapat penafsiran lain yang memaknai kata al-wurûd dengan mendekati neraka. Dan ada pula yang menafsirkan bahwa maksudnya adalah panas badan yang dialami kaum Mukminin saat menderita sakit panas.
Subscribe to:
Posts (Atom)
